Kamis, Maret 15, 2012

Marcy (MOLLS)

Hari yang padat, pagi jam 06:00 sudah dijemput rekan pemasaran dari kantor cabang Tokyo menuju kota Saitama untuk melihat proses pembongkaran produk dari kontainer yang bertujuan untuk melihat pengaruh perbedaan iklim dan musim antara Indonesia dengan Jepang apakah menimbulkan masalah  pada produk yang dikirim.
Kemudian sore hari dilanjutkan dengan kegiatan berkunjung pada konsumen. Akhirnya sekitar jam 9 malam saya bisa kembali ke Ikebukuro untuk menuju hotel Prince Sunshine.
Keluar dari stasiun Ikebukuro pintu timur kondisi masih sangat padat. Seperti juga stasiun-stasiun terpadat di Jepang diantaranya Shinjuku, Shibuya, Tokyo dll, di Ikebukuro juga kita tidak bisa berjalan dengan santai. Semua orang berjalan dengan langkah-langkah yang cepat. Sepertinya mereka ingin segera tiba di tempat tujuan berikutnya.

Selasa, Juli 26, 2011

Kazu

Hari Minggu pekan lalu saya mengisi waktu luang dengan menyaksikan berbagai acara di Festival Budaya Jepang Gakuensai di Universitas Dharma Persada. Selain ada bazar dimana kita bisa membeli berbagai makanan Jepang, buku atau komik berbahasa Jepang ataupun bahkan pakaian dan banyak barang unik dijual disana, saya juga sempat menyaksikan berbagai pertunjukan yang dilakukan di panggung utama.

Lewat tengah hari, tanpa sengaja saya bertemu dengan Kazu. Dia adalah sahabat kami dalam komunitas Indonesia Jepang, dengan berbagai aktifitasnya yang sangat luar biasa. Dan hari itu, dia akan tampil di panggung untuk menyanyikan beberapa lagu.
Saya tahu, di tas besarnya tersimpan SLR kesayangannya dan pastinya dia tidak bisa menggunakan kamera itu selama tampil di panggung. Karena itu saya tawarkan untuk mengambil gambar selama dia pentas.
Kazu menyanyikan 5 buah lagu. Dan dari lagu pertama hingga keempat, selalu menimbulkan histeris para pengunjung. Mereka sedang mendengarkan lagu Jepang, namun selalu merasa seperti telah mengenal baik lagu itu. Bahkan sepertinya sangat familiar. Akhirnya mereka tersadar bahwa itu lagu populer di Indonesia yang dibuat versi Jepangnya oleh Kazu.
Terima Kasih Cinta-nya Afgan, kemudian Munajat Cinta The Rock, Biarlah-nya Nidji dan dilanjutkan dengan Aishiteru-nya Zivilia. Semuanya dinyanyikan dengan lirik Jepang. Terakhir, Kazu menutup penampilannya dengan lagu Jakarta Ondo. Lagu yang dia ciptakan bagi persahabatan masyarakat antar kedua negara.
Mengenal Kazu, tidak sempurna kalau tidak tahu apa sebenarnya mimpi dia. Karena itu disela-sela waktu istirahat Kazu sehabis pentas, orenoyume mencoba mencuri kesempatan untuk mengorek cerita tentang mimpi yang Kazu miliki.