Senin, Desember 06, 2010

Aris Djunaedi

Pekan ini saya membuat janji bertemu dengan seorang sahabat di Taman Ismail Marzuki dalam acara Festival Budaya Anak 2010. Dia adalah Betty Suryaningsih atau sering dipanggil Ibet, seorang relawan dalam pengembangan pendidikan anak-anak yang beberapa tahun terakhir mendedikasikan waktu luangnya untuk membangun komunitas IPPA (Ikatan Peduli Pendidikan Anak) Rawamalang dan mengisi aktifitas bersama anak-anak di Rawamalang, Cilincing Jakarta Utara.
Di sela-sela pertemuan dengan sahabat tersebut saya bisa ngobrol panjang lebar dengan seorang anak muda yang sedang berusaha mengejar mimpinya. Dia adalah Aris Djunaedi, yang menceritakan berbagai aktifitasnya dalam blog ‘CATATAN SANG PEMIMPI...., mencatat sebuah impian masa depan’. Sebuah blog yang membuat saya penasaran.
Aris Djunaedi dengan perjuangan yang cukup berat akhirnya berhasil menyelesaikan SMK-nya dalam jurusan tehnologi informatika. Prestasinya cukup bagus baik dalam kegiatan akademik maupun ekstra kurikuler. Beberapa kali mengikuti berbagai perlombaan di tingkat kotamadya.
Jika banyak anak muda bisa menggapai prestasi karena didukung oleh lingkungan yang baik dan mapan, maka Aris Djunaedi atau biasa dipanggil Djuned dibesarkan di lingkungan yang sangat tidak cocok sebagai tempat untuk berkembang dan tumbuhnya seorang anak, dia tinggal di kawasan yang terkenal sebagai lokalisasi Rawamalang.
Beruntungnya Djuned adalah salah satu dari anak-anak muda di kawasan tersebut yang mempunyai pendirian yang kuat. Dan Djuned bersama kawan-kawan di bawah bimbingan beberapa relawan berusaha untuk menunjukkan bahwa tinggal di kawasan seperti itu tidak berarti akan membuat anak-anak menjadi berkepribadian negatif, bahkan sebaliknya mereka sedang membentengi diri mereka dengan pengetahuan dan wawasan yang positif.
Kegiatan intensif yang akhir-akhir ini mereka lakukan selain kegiatan rutin di sanggar adalah melakukan perjalanan ke luar dari wilayah mereka, seperti mengunjungi museum dll. Banyak cerita suka duka yang mereka alami dalam aktifitas itu, tapi mereka terlihat sangat menikmati dengan segala kebersahajaan yang mereka tampilkan. Kebahagiaan yang mereka tampilkan dengan wajah-wajah ceria mereka tidak bisa dibeli dengan uang berapapun, demikian kata sahabat saya Ibet ketika kami sedang melihat mereka yang sedang menampilkan operet karya mereka sendiri di TIM malam itu.
Seperti biasa, kali ini saya sempat berbincang dengan Aris Djunaedi tentang mimpi-mimpinya...

Mimpi Djuned waktu kecil itu apa, mungkin bisa dijelasin?
Waktu kecil, karena almarhum bapak seorang Kopassus jadi pengen jadi ABRI. Namun kemudian bapak meninggal, dan waktu itu saya berumur 2 tahun. Ibu lalu menikah lagi dan bapak seorang pelaut, bahkan kapten kapal. Saat itu bapak ngarahin saya sampai saya disuruh sekolah pelayaran. Sedangkan dalam hati saya, saya tidak bisa. Dan saya bilang, saya pengen belajar komputer. Ingin belajar komputer dari dulu, tapi jarang megang komputer. Bahkan diledek sama temen-temen, “ngapain sih megang komputer, lu kan anak orang miskin”. Ya, dulu kan saya jadul lah, dari orang bawahan. Bahkan mama kan jadi tukang buruh cuci, terus bapak karena kapal pesiarnya meledak jadi menganggur.
Dalam mimpi Djuned ingin jadi sosok, sosok yang bener-bener banyak dicari orang. Jadi orang yang bener-bener bermanfaat untuk orang lain. Itu yang sebenarnya Djuned cari. Apapun yang bakal Djuned lakuin, sebenarnya itu yang pengen dicari. Soalnya kan dulu inget dari kata-kata, “Kalau lu mau bahagia lu bikin dulu orang bahagia. Lu kalau mau sukses bikin dulu orang sukses. Tapi inget batasannya, jangan bikin orang sukses dalam hal keterpurukan. Hal yang buruk. Tapi inget juga, kalau bikin sukses juga jaga diri lu. Lu juga harus bisa lebih dari dia ngebuktiin kalau lu bener-bener bisa menghasilkan orang sukses”. Sebenarnya tuh mimpi Djuned apa aja yang bisa Djuned lakuin bermanfaat untuk orang lain. Itu diri Djuned yang pengen sebenarnya.

Sekarang Djuned usia...
Sembilan belas..

Sembilan belas ya, ok. Perjalanan Djuned masih sangatlah panjang. Nah, di usia Djuned yang ke sembilan belas ini – ee.. kalau tadi Djuned bilang pengen ya apa aja yang penting bermanfaat bagi orang lain, kegiatan Djuned sekarang ini sudah mulai menuju ke arah mimpi yang Djuned ingin capai atau belum?
Dikit-dikit Djuned udah..., ya kaya sekarang misalnya Djuned (dan kawan-kawan) bikin sanggar belajar dan sanggar belajar itu isinya anak-anak daerah lingkungan saya yang jarang kesentuh dengan sekelompokan tempat belajar. Kalau misalkan pengen belajar kan harus les, les itu di daerah saya tempatnya ber-merek merek semua. Jadi kan harus bayarnya tinggi, sedang dari kelompok daerah saya itu anak-anaknya cuma ada anak orang pulung, anak buruh cuci, gitu kan..., jadi yang kita lakuin tuh kita bikin. Djuned dan temen-temen, kita bikin yuk sanggar belajar untuk anak-anak. Kita bikin sanggar belajar anak-anak, terus nanti disitu kita bikin program bimbingan belajar, bimbel.., seminggu tiga kali. Kita lakuin saja, kita cari relawan-relawan yang mau ngajar. Kita bikinin kegiatan-kegiatan luar, eh untungnya ada mbak Ibet. Mbak Ibet yang bikin semangat Djuned dan temen-temen, dah untuk mengembangkan wawasan anak-anak kita keluar! Makanya dengan kesempatan begitu, Djuned semangat lagi. Walaupun keadaan Djuned kerja, walaupun keadaan Djuned lagi sibuk, Djuned luangin buat ketemu anak-anak. Kita jalan bareng-bareng, kita nyari ilmu bareng-bareng. Kita nyari pengetahuan di luar yang kita belum pernah dapet di lingkungan kita sendiri.

Terkait mimpi Djuned ke depan, kira-kira mimpi besar Djuned di masa yang akan datang itu apa?
Ya kalau misalnya menjadi sosok, sosok apa yang pasti sebetulnya Djuned tidak bisa nentuin. Cuma mimpi sebenarnya yang pengen itu, kalau itu pekerjaan Djuned pengen menjadi seorang guru, Djuned juga pengen menjadi seorang yang dermawan bisa bantu orang, bantu apa aja, dalam hal kegiatan apa aja. Sebetulnya bukan menjadi sosok yang berstatus atau apa, tapi bener-bener Djuned cuma pengen jadi seorang Djuned yang bener-bener bermanfaat. Walaupun apapun, keadaaan gimanapun, tetap hanya itu yang pengen Djuned cari. Jadi sosok yang bener-bener bermanfaat bagi orang lain. Kalau misalnya sekarang, yang Djuned lakuin itu kan yang sesuai kemampuan Djuned. Kalau misalkan Djuned bisa ngajar, yuk kita belajar. Kalau Djuned bisa ngajak anak-anak ya beradaptasi dengan lingkungan luar, Djuned ajakin. Biar kita bisa, ya dikit-dikit bantu anak-anak, adik-adik. Kita nyari wawasan buat adik-adik itu bukan hanya dalam lingkungan, yang apa lagi sekarang di daerah rumah Djuned itu kan lokalisasi. Lokalisasi itu kan tempat yang, yaah para pekerja malem. Apalagi dengan dug dag dug dag dug keributan malam, itu yang membuat prinsip Djuned. “Lu, walaupun rumahnya deket dengan komplek prostitusi, lu harus beda dengan anak-anak yang lain. Lu harus menjaga nama baik kampung Rawamalang. Jangan sampai lu bikin kampung lu itu hanya terkenal dengan prostitusinya. Tapi harus kembangin dengan hal yang lebih besar lagi, dengan hal prestasi kalian”. Itu yang Djuned pengen kembangin, dan Djuned sekarang lakuin itu bersama kawan-kawan di grup IPPA...


Ada banyak sekali Djuned-Djuned di negeri ini. Anak-anak muda yang dengan segala keterbatasannya berusaha keras untuk melakukan sesuatu. Dan tentu yang luar biasa, mereka tidak hanya berusaha untuk diri mereka sendiri tapi mereka melakukan banyak hal untuk orang lain. Seperti kata Djuned, ingin menjadi sosok yang benar-benar bermanfaat bagi orang lain.
Seandainya mereka diberi kelimpahan, mereka diberi kesempatan yang terbaik, mungkin akan banyak masalah di negeri ini yang bisa mereka selesaikan. Sayang sekali, meskipun telah bekerja Djuned saat ini hanya menjadi seorang pesuruh di sebuah sekolah. Bidang yang sama sekali jauh dari apa yang telah dipelajarinya selama ini, ilmu komputer. Djuned masih bermimpi untuk suatu saat nanti bisa meneruskan belajar terutama di bidang komputer.
Djuned membutuhkan dukungan, baik untuk perkembangan pendidikannya maupun kesempatan dalam menghadapi hidup, dan juga bagi aktifitasnya yang memberikan manfaat pada masyarakat sekitar.
Djuned mempunyai pemikiran yang luar biasa, dengan kemampuan menulis yang sudah di atas rata-rata. Kalimatnya yang sangat teratur, bahkan melebihi blog yang sedang anda baca ini. Anda harus membuka blog yang satu ini!

2 komentar:

Agung Webe mengatakan...

sungguh luar biasa!
pak Sigit, berkenaan dengan program saya, 15.000 penulis muda lahir di Indonesia, kapan bapak bisa mempertemukan saya dengan Juned? kita terbitkan tulisan dia!

saya tunggu kabarnya pak..

salam
agung webe

Sigit Widodo mengatakan...

terima kasih atas kunjungannya pak Agung! segera saya koordinasikan dengan kawan-kawan di sanggar. mari kita atur akhir pekan ini untuk ketemuan....
salam sukses,
Sigit W

Posting Komentar