Kamis, Januari 14, 2010

Manfaatkan sepasang perisai hati anda..!!

Kita mempunyai sepasang perisai hati yang akan melindungi dan memandu kita menapaki perjalanan hidup yang berliku-liku ini. Yaitu perisai ikhlas dan perisai syukur.

Hiro merasa hari ini benar-benar kacau. Hari sudah semakin gelap, dan sebentar lagi tiba waktu untuk bertemu dengan Sinta.
Waktu tinggal 30 menit lagi, dan dia sudah berjanji mengajak Sinta melihat “New Moon”. Film yang katanya seru dan cocok buat nonton berdua. Apalagi memang mereka sudah lama tidak nonton film. Dan sekalian dia sudah janji traktir Sinta di restoran pizza yang baru buka bulan lalu.
Baru saja pekerjaan selesai karena hari ini ada tugas tambahan yang harus diselesaikan untuk rapat besok. Dan sekarang Hiro dalam perjalanan menuju mall.
Seperti yang sudah dia duga, macet panjang di tiap lampu merah membuat Hiro makin meradang. Detik jam bergerak tanpa mempedulikan betapa saat ini Hiro merasakan perlu tambahan waktu. Betapa dia ingin waktu berjalan lebih pelan agar dia punya kesempatan membeli sepatu sebelum bertemu Sinta. Dan tentu saja Hiro harus ke ATM dahulu untuk menguras tabungannya.
Ya.., gara-gara sepatu itulah Hiro uring-uringan! Sepatu yang rasanya belum lama dia beli, tapi tadi ketika terburu-buru ganti pakaian kaki Hiro tersandung dan sebagian sisi luar sepatu kanan robek. Memang masih bisa dipakai dan tidak mengganggu, tapi dalam keadaan ada janji dengan Sinta mengapa ini harus terjadi? Apalagi bulan ini tidak ada anggaran untuk beli sepatu!
Kekesalan Hiro makin memuncak ketika lampu hijau di depan berganti merah sebelum dia sempat menyeberang, 90 detik! Duh.., lama sekali!
Dengan perasaan yang gelisah, Hiro menyeka kaca helmnya yang berdebu. Dia menebar pandangan ke sekeliling sementara detik lampu merah seakan bergerak perlahan.
Ya Tuhan! Apa yang baru saja aku perbuat?! Pandangan Hiro tertumbuk pada sesosok bapak yang sedang bercanda dengan anaknya sembari menyeberang jalan. Bapak itu…, ya bapak itu berjalan dengan satu tongkat di tangannya. Beliau hanya mempunyai satu kaki! Tapi beliau tetap terlihat bahagia dengan segala kekurangannya. Mengapa aku yang diberi kesempurnaan masih juga mengeluh! Maafkan aku Tuhan, tidak mengapa robek sepatuku karena kau bahkan memberiku kaki yang lengkap untuk menopang tubuhku….
Sejenak Hiro tercenung dengan kejadian itu, penyesalan timbul dihatinya. Lalu terburu-buru menjalankan motornya untuk menemui Sinta….

Mari kita lindungi hidup kita dengan perisai syukur yang berlimpah……

3 komentar:

Donny mengatakan...

Tulisan yang adem Mas Sigit.....keep sharing and blogging Mas....kalau sempat mampir di blog saya juga

Salam,

Donny Oktavian
www.manuverbisnis.wordpress.com

Anonim mengatakan...

wonderful story sensei..,

Sigit Widodo mengatakan...

Terima kasih mas Donny (telat jawab ya) dan anonim-san...

Posting Komentar